News

Trump: AS Akan Akhiri Gencatan Senjata Kalau Ada Prajurit yang Tewas

Moskow (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan hanya akan mempertimbangkan untuk mengakhiri gencatan senjata yang saat ini berlaku dengan Iran jika ada personel militer AS yang kehilangan nyawa.

Informasi tersebut dilaporkan harian The Wall Street Journal yang mengutip sejumlah pejabat pemerintahan AS. Menurut laporan itu, Trump masih memberikan ruang bagi kesepakatan damai untuk tetap berjalan meski ketegangan antara Washington dan Teheran belum sepenuhnya mereda.

Dalam wawancara bersama podcast Pod Force One pada Rabu, Trump menegaskan bahwa dirinya lebih memilih jalur diplomasi dibandingkan konflik bersenjata dalam menghadapi Iran.

Ia menyebut pendekatan diplomatik sebagai pilihan yang lebih baik dari sisi kemanusiaan. Namun, Trump juga menilai bahwa kemungkinan dimulainya kembali serangan militer AS dapat menjadi cara untuk memastikan konflik tidak kembali pecah di masa mendatang.

Menurut laporan The Wall Street Journal, Trump disebut siap menghadapi berbagai insiden kecil yang mungkin terjadi dalam beberapa pekan hingga beberapa bulan ke depan tanpa langsung mengakhiri kesepakatan gencatan senjata yang ada.

Laporan tersebut juga menyebut bahwa pemerintahan AS saat ini berupaya menghindari terjadinya perang besar di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memperluas konflik ke negara-negara lain.

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat tajam setelah pada 28 Februari lalu Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan di sejumlah lokasi serta menimbulkan korban sipil.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan ke wilayah Israel dan beberapa fasilitas militer AS yang berada di kawasan Timur Tengah. Teheran menyatakan langkah itu dilakukan sebagai bentuk pertahanan diri.

Situasi yang sempat memanas kemudian mereda setelah Washington dan Teheran mengumumkan kesepakatan gencatan senjata pada 7 April.

Meski demikian, upaya untuk mencapai kesepakatan yang lebih permanen masih menemui jalan buntu. Perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad belum menghasilkan terobosan berarti bagi kedua pihak.

Hingga kini, gencatan senjata masih berlaku, namun hubungan antara AS dan Iran tetap berada dalam kondisi yang rapuh. Berbagai pihak pun terus memantau perkembangan situasi karena insiden kecil sekalipun berpotensi memengaruhi arah hubungan kedua negara ke depan.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: